Tag Archives: universitas

Analisis Manajemen Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Bencana Gempa Bumi Nepal

ANALISIS MANAJEMEN BANTUAN KEMANUSIAAN INDONESIA UNTUK BENCANA GEMPA BUMI NEPAL

Dafid Kurniawan

Abstrak

Nepal mengalami gempa bumi berkekuatan 7,8 SR pada 25 April 2015. Dilatarbelakangi dengan adanya permintaan bantuan dari Nepal dan semangat Konferensi Asia Afrika tahun 2015, Indonesia merespon dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa bantuan logistik dan medis. Berkaitan dengan pengalaman tersebut, penelitian dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen bantuan kemanusiaan Indonesia yang berfokus pada bantuan medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen bantuan kemanusiaan Indonesia dimulai dari masa sebelum keberangkatan, saat di Nepal dan pengakhiran bantuan. Jumlah pasien yang mendapat pelayanan kesehatan oleh Tim Medis Indonesia sebanyak 2.424 orang. Berdasarkan Standar Inti FMT, Indonesia memenuhi 11 aspek yang menunjukkan pencapaian bantuan medis. Faktor pendorong pelaksanaan bantuan kemanusiaan Indonesia yaitu kompetensi tenaga medis, kerjasama dari unsur masyarakat dan lembaga usaha, koordinasi tim yang dimudahkan dengan Grup WhatsApp, hubungan diplomatik Indonesia dengan Nepal yang baik, dukungan masyarakat dan relawan lokal Nepal serta keterlibatan aktif Dubes Nepal-Bangladesh dan Konselor Kehormatan Indonesia di Nepal. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan bantuan kemanusiaan yaitu tidak tersedianya pedoman penyiapan obat-obatan untuk bantuan bencana Internasional, tidak disiapkannya perlengkapan administratif untuk catatan medis, kurangnya prasarana Rumah Sakit Lapangan Indonesia, tidak tersedianya prosedur operasional Rumah Sakit Lapangan, ketidaktahuan tim mengenai ketentuan FMT sejak awal serta perbedaan bahasa yang digunakan. Rekomendasi bagi Pemerintah Indonesia segera menyiapkan pedoman bantuan darurat bencana ke luar negeri.

Kata Kunci: Bantuan Kemanusiaan Indonesia, Faktor Pendorong dan Penghambat, Foreign Medical Team, Gempa Bumi Nepal dan Rumah Sakit Lapangan

Pembimbing 1: Dr. Sutopo Purwonugroho, M.Si., A.P.U – Kapusdatinmas BNPB, Dosen Universitas Pertahanan

Pembimbing 2: Marsma TNI Sri Widodo, S.IP., M.Si (Han)

Penulis dapat dihubungi melalui email: sukikurniawan[at]gmail.com

Advertisements

Upaya Pemerintah dan Masyarakat dalam Penyelamatan Ternak pada Bencana Banjir Sungai Bengawan Solo (Studi Kasus Kecamatan Trucuk – Kabupaten Bojonegoro)

UPAYA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENYELAMATAN TERNAK PADA BENCANA BANJIR SUNGAI BENGAWAN SOLO (STUDI KASUS KECAMATAN TRUCUK – KABUPATEN BOJONEGORO)

Ony Purwitasari

Abstrak

Pengalaman   erupsi    Gunung    Merapi    2010    melatarbelakangi penelitian ini, dimana para pelaku penanggulangan bencana disadarkan bahwa bukan manusia saja yang harus diselamatkan tetapi juga hewan ternak. Penelitian ini mengenai upaya pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro dalam penyelamatan ternak pada bencana banjir Sungai Bengawan Solo, dengan mempergunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini   adalah menganalisis upaya penyelamatan ternak oleh masyarakat yang telah dilakukan selama ini dalam menghadapi bencana banjir dan menganalisis sistem penyelamatan ternak yang efektif pada saat banjir yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten yang sesuai dengan pola penyelamatan ternak masyarakat. Hasil dari penelitian yaitu, pertama masyarakat sudah memiliki pemahaman karakteristik banjir Sungai Bengawan Solo dan kearifan lokal dalam upaya penyelamatan ternak, kedua upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab adalah melengkapi kesenjangan yang masyarakat belum bisa mengatasinya. Intervensi LEGS yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro yaitu intervensi dukungan kesehatan ternak dan intervensi livestock shelter and settlement di tahap awal. Usulan dari penelitian ini adalah kewaspadaan harus tetap dimiliki oleh masyarakat dan selalu mengingatkan bahwa mereka tinggal di daerah rawan bencana. Kearifan lokal masyarakat menjadi modal Pemkab dalam program penyelamatan ternak berbasis masyarakat. Perlu dilakukan kajian dan pelayanan intervensi dukungan kesehatan ternak pasca banjir, kajian intervensi pasokan pakan ternak dan tindak lanjut intervensi livestock shelter and settlement, dan juga perlu membuat pedoman penyelamatan ternak pada saat bencana untuk konteks Indonesia.

Kata kunci: banjir, sungai Bengawan Solo, ternak

Pembimbing 1: Dr. Rudy Pramono – Dosen Universitas Pertahanan

Pembimbing 2: Ir. Sugeng Triutomo, DESS – Ketua DRR Indonesia, Dewan Pengurus IAB 2014 – 2017

Penulis dapat dihubungi melalui email: ony_purwitasari[at]yahoo.com

Efektivitas Pemanfaatan Wahana Tanpa Awak Dalam Peliputan Bencana

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN WAHANA TANPA AWAK DALAM PELIPUTAN BENCANA

Novia Faradila

ABSTRAK

Bencana selalu menjadi ancaman terhadap satu negara. Pada saat bencana, media massa memiliki kekuatan-kekuatan dalam menyebarkan informasi kepada khalayak. Salah satunya melalui wahana tanpa awak yang saat ini menjadi teknologi baru di bidang jurnalisme. Penelitian ini bertujuan menganalisa pemanfaatan wahana tanpa awak dalam peliputan bencana, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan di beberapa media massa nasional di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan mempelajari dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Terdapat empat variabel efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini, yakni keselamatan wartawan, kelengkapan informasi, biaya pengoperasian, dan kecepatan liputan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan wahana tanpa awak secara umum efektif dengan nilai rata-rata 4,4 pada skala Likert, baik dalam mengurangi risiko kecelakaan terhadap wartawan saat melakukan liputan bencana, daya jangkauannya yang luas memudahkan awak media memperoleh informasi yang komprehensif, mengurangi biaya peliputan melalui udara karena dapat menggantikan helikopter, dan mempercepat proses peliputan karena mampu menembus wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh manusia. Faktor-faktor pendukung efektivitas pemanfaatan wahana tanpa awak meliputi kamera dengan resolusi tinggi, dan ukurannya yang kecil dan berbobot ringan. Di sisi lain, kendala dalam pemanfaatannya meliputi daya tahan baterai, gangguan pada sinyal Global Positioning System (GPS), kondisi cuaca, peraturan Kementerian Perhubungan, ruang gerak udara yang terbatas, sertifikasi pilot, dan kurangnya pengetahuan pengguna. Wahana tanpa awak juga berkontribusi dalam penanganan bencana seperti membantu manajer bencana terutama pada saat tanggap darurat.

Kata kunci: efektivitas pemanfaatan, liputan bencana, wahana tanpa awak

Pembimbing 1: Dr. Sutopo Purwonugroho., M.Si., A.P.U – Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dosen Universitas Pertahanan

Pembimbing 2: Kolonel Lek Dr. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, S.T., M.T. – Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan

Penulis dapat dihubungi melalui email: dilanovia[at]gmail.com

176 Mahasiswa Universitas Pertahanan Diwisuda, 1 Mahasiswi Raih Gelar Yudha Buana Cendikia

mahasiswa-unhan-sentul-1_20160414_160037

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP – Sebanyak 176 mahasiswa Strata-2 (S-2) Universitas Pertahanan (UNHAN) Indonesia diwisuda di Gedung Aula PMPP TNI, Kawasan Internasional Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Baratpada Kamis (14/4/2016).

Dari total 176 mahasiswa yang mengikuti wisuda kali ini berasal dari Fakultas Strategi Pertahanan sebanyak 96 orang yaitu 6 orang dari Prodi Peperangan Asimetris, 31 orang dari Prodi Damai dan Resolusi Konflik, 12 orang dari Prodi Diploma Pertahanan, 12 orang dari Prodi Strategi dan Kampanye Militer, 5 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Darat, 26 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Laut dan 4 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Udara.

Sedangkan, mahasiswa dari Fakultas Manajemen Pertahanan sebanyak 80 orang yaitu 22 orang dari Prodi Manajemen Pertahanan, 28 orang dari Prodi Manajemen Bencana, 6 orang dari Prodi Ekonomi Pertahanan, 13 orang dari Prodi Ketahanan Energi, dan 11 orang dari Prodi Ketahanan Maritim.

Selain itu, seorang mahasiswi bernama Ningsih Sulistiawati dari Prodi Damai dan Resolusi Konflik mendapatkan penghargaan Yudha Buana Cendikia lantaran memperoleh predikat cum laude dengan IPK 3,93.

Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) Letjen TNI Dr (Cjan) I Wayan Midhio, M.Phil mengatakan, para wisudawan dan wisudawati ini merupakan angkatan ke-7.

“Semoga ilmu yang sudah didapat bisa bermanfaat,” kata dalam sambutannya dihadapan wisudawan.

Dalam kesempatan itu, dia pun sempat melakukan orasi ilmiah yang berjudul “Revolusi mental dalam manajemen perubahan sebagai Implementasi Belanegara”

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu turut hadir dalam acara wisuda kali ini.

mahasiswa-unhan-sentul-2_20160414_160115

Gempa 6,2 SR Terasa Kuat di Halmahera Barat

Masyarakat Halmahera Barat dikejutkan oleh gempa 6,2 SR pada pagi tadi. Gempa dengan kekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 10 km di dasar laut terjadi pada Rabu (18-3-2015) pukul 05.12 Wib. Pusat gempa berada 115 km Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Gempa tidak memicu potensi tsunami.

Gempa dirasakan kuat di Halmahera Barat selama 5 detik. Masyarakat di Kota Ternate juga merasakan guncangan cukup kuatselama 3-5 detik. Bahkan di Kota Manado, masyarakat juga merasakan gempa. Tidak ada kepanikan karena masyarakat sudah sering mengalami gempa. Sebagian masyarakat merespon dengan keluar dari rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Continue reading

Unhan Mengajar, Bakti untuk Negeri

Oleh: Gioveny Astaning Permana

IMG_7474

Unhan mengajar merupakan wadah yang diharapkan dapat menjadi pelopor bagi civitas akademika dalam pengabdian dan pembangunan negeri, melalui pembelajaran kepada calon penerus bangsa. Ibu Herlina selaku dosen mata kuliah Sistem Pertahanan Negara (SISHANNEG), pada semester awal perkuliahan memberikan ide agar mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia khususnya program studi manajemen bencana tergerak untuk action salah satunya dengan memberikan pemahaman dan pembelajaran pada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Universitas Pertahanan Indonesia, khususnya anak usia sekolah.

Tim seminar yang dibentuk di kelas manajemen bencana menangkap ide tersebut dan berupaya merealisasikannya. Dalam tim kecil yang pada awalnya hanya berlima, mengajak teman-teman lain untuk bergabung dan berpartisipasi melancarkan aksi yang dinamakan Unhan mengajar. Bangga? Pasti! Continue reading

Peran TNI AD dalam Program Ketahanan Pangan

Oleh : Al Ikhlasniati*

Beberapa waktu yang lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan salah satu program kerja dalam pemerintahannya yaitu membangun ketahanan pangan Indonesia. Program ini tidak hanya melibatkan kementrian pertanian, akan tetapi juga menggandeng TNI khususnya Angkatan Darat.

Program membangun ketahanan pangan Indonesia ditargetkan dapat tercapai selama 3 tahun. Dengan demikian diharapkan 3 tahun yang akan datang Indonesia telah mencapai swasembada pangan atau memiliki ketahanan pangan yang kuat. Akan tetapi masih ada hal yang mengganjal dalam menjalankan program ini yaitu keterlibatan TNI AD. Mengapa harus melibatkan tentara dalam hal meningkatkan ketahanan pangan Indonesia? Itu sebuah tanda tanya besar.

Jika kita memperhatikan beberapa tahun belakangan ini memang krisis pertanian semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat bagaimana harga beras lokal semakin mahal dan semakin langka. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia maka diimporlah beras dari negara tetangga.

Impor beras dalam jumlah besar dan harga berasnya yang lebih murah membuat kita cenderung lebih memilih beras tersebut dibandingkan yang lokal. Pola seperti ini terlihat seperti lingkaran setan yang tidak ada ujungnya. Oleh karena itu untuk memutus rantai lingkaran setan tersebut maka kita harus memulai membangun kembali swasembada pangan seperti yang dulu pernah dilakukan pada zaman pemerintahan Soeharto. Continue reading