Implementasi Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang Tahun 2014

IMPLEMENTASI SISTEM KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA ERUPSI GUNUNG KELUD DI KABUPATEN MALANG TAHUN 2014

Gani Puspitasari

Abstrak

Erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang tahun 2014 berdampak menewaskan 13 orang dan merusak satu Desa terparah yaitu Desa Pandansari Kecamatan Ngantang. Akibat erupsi tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang memberlakukan tanggap darurat bencana sebagai bentuk penanganan bencana. Dalam mengatur pelaksanaan tanggap darurat bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempunyai Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana (PKTDB), yang didalamnya menjelaskan tentang Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana (SKTDB). Penulisan tesis ini bertujuan untuk melihat sistem komando tanggap darurat bencana pada erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang tahun 2014 dan implementasi sistem komando tanggap darurat bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tanggap darurat bencana erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang tahun 2014. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi kepada aktor yang terlibat dalam penanganan tanggap darurat bencana, seperti BPBD, Kodim, Polres, Tagana, dan PMI. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan sistem komando tanggap darurat bencana erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang tahun 2014 adalah belum seluruhnya dapat dikoordinasikan melalui satu komando. Tidak semua implementasi dapat berjalan sesuai dengan Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana (PKTDB). Dengan demikian diperlukan sosialisasi tentang Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana (PKTDB). Untuk mendukung berjalannya sistem komando tanggap darurat bencana (SKTDB) memerlukan kesepakatan dari seluruh aktor yang terlibat dalam tanggap darurat bencana melalui pembuatan rencana kontijensi Gunung Kelud di Kabupaten Malang.

Kata kunci: Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana, Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana, erupsi Gunung Kelud

Pembimbing 1: Brigadir Jenderal TNI Dr. Arief Budiarto, DESS

Pembimbing 2: Mayor Jenderal TNI I Wayan Midhio, M.Phil

Advertisements

Efektivitas Pemetaan dengan Menggunakan Pesawat Terbang Tanpa Awak untuk Kaji Cepat dalam Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Bendungan Alam Way Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku

EFEKTIVITAS PEMETAAN DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT TERBANG TANPA AWAK UNTUK KAJI CEPAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR BANDANG BENDUNGAN ALAM WAY ELA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU

Dian Oktiari

Abstrak

Kaji cepat bencana dapat segera terselesaikan jika didukung oleh pemetaan cepat situasi bencana. Pemilihan metode pemetaan yang paling efektif dalam pemetaan bencana akan menentukan kajian yang dihasilkan. Pada penanggulangan bencana banjir bandang bendungan Way Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, digunakan pesawat terbang tanpa awak untuk memotret dan memetakannya secara cepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data sekunder yang dianalisis diperkuat dengan hasil wawancara terhadap pihak BWS Maluku sebagai penyelenggara pemetaan dan BNPB sebagai penyelenggara penanggulangan bencana di Indonesia. Data berupa foto udara dan hasil analisisnya digunakan untuk melihat daerah terdampak banjir bandang, berikut debris dan perubahan geometris yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pesawat terbang tanpa awak meliputi jenis bencana, faktor risiko, tingkat akurasi data, ketepatan dan waktu yang dibutuhkan pada saat pengambilan data, faktor geografis, sumberdaya manusianya, dan faktor ekonomis.

Kata kunci: pesawat terbang tanpa awak, pemetaan, banjir bandang, Way Ela Maluku Indonesia

Pembimbing 1: Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si., APU.- Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dosen Universitas Pertahanan

Pembimbing 2: Brigjen. TNI (Purn.) Makmur Supriyatno, S.Pd., M.Pd – Dosen Universitas Pertahanan

Sinergitas Sipil Militer untuk Mewujudkan Pemerintahan yang Baik (Studi kasus: Pelaksanaan Sinergitas Sipil-Militer dalam Rangka Pembinaan Desa Tangguh Bencana di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu Tahun 2010-2015)

SINERGITAS SIPIL MILITER UNTUK MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (STUDI KASUS: PELAKSANAAN SINERGITAS SIPIL-MILITER DALAM RANGKA PEMBINAAN DESA TANGGUH BENCANA DI KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU TAHUN 2010-2015)

Neni Yanji Aurora

ABSTRAK

Bahaya letusan Gunung Api Kaba merupakan bencana alam yang paling berisiko mengancam keselamatan manusia di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.   Berdasarkan survey PMI bersama GRC melalui musyawarah dengan Pemerintah desa disepakati program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Desa Sumber Urip memperoleh pembinaan dari PMI dan GRC. Setelah program ini berakhir, pembinaan dilanjutkan oleh BPBD Kabupaten Rejang Lebong, BPBD Provinsi Bengkulu dan BNPB yang menetapkan status Desa Sumber Urip menjadi Desa Tangguh Bencana. Pembinaan Desa Tangguh Bencana memerlukan Sinergitas Sipil-Militer. Penulisan tesis ini untuk melihat bagaimana Sinergitas Sipil-Militer dalam pembinaan Desa Tangguh Bencana dan bagaimana partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pembinaan Desa Sumber Urip menjadi desa tangguh bencana. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam,pengamatan dan dokumentasi kepada aktor yang terlibat dalam pembinaan desa tangguh bencana. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Buku,modul, dan bahan internet yang digunakan merupakan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini pelaksanaaan sinergitas sipil-militer dalam pembinaan desa tangguh bencana telah berjalan cukup baik, berdasarkan indikator koordinasi   instansi vertikal dengan pemerintah daerah, sistem manajemen informasi yang efektif, pengaturan kelembagaan yang efektif, Konsultasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan utama, manajemen logistic, dan tata kelola serta dari indikator partisipasi masyarakat.

Kata Kunci: Sinergitas Sipil-Milter, Pembinaan desa tangguh bencana

Pembimbing 1: Dr. M.D. La Ode, S.IP.,M.Si, – Dosen Fakultas Strategi Pertahanan Indonesia, Dosen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Pembimbing 2: Editha Praditya Duarte,S.Sos.,M.I.S.,M.A – Dosen Fakultas Manajemen Pertahanan.

Penulis dapat dihubungi melalui email: neniyanjiaurora[at]gmail.com

Integrasi Materi Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Kurikulum pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor

INTEGRASI MATERI PENGURANGAN RISIKO BENCANA KE DALAM KURIKULUM PADA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR

Giovenny Astaning Permana

Abstrak

Sejak bencana tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, Indonesia mulai memprioritaskan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan menghadapi sejumlah tantangan, baik struktural maupun non-struktural, termasuk sektor pendidikan. Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) Kabupaten Bogor 2014 – 2019 menyebutkan bahwa Kecamatan Sukamakmur termasuk dalam kawasan rawan bencana longsor di Kabupaten Bogor. Dalam Strategi Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah yang disusun oleh Kemendiknas (2010), tercantum Surat Edaran Kemendiknas Nomor: 70a/MPN/SE/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, pelaksanaan strategi pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah dilakukan baik secara struktural maupun non-struktural guna mewujudkan budaya kesiapsiagaan dan keselamatan terhadap bencana di sekolah melalui pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum satuan pendidikan formal, baik intra maupun ekstra kurikuler. Tesis ini berupaya menjawab bagaimana integrasi materi pengurangan risiko bencana pada SD/MI di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, direncanakan dan dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada perencanaan khusus dari Dinas Pendidikan dan UPT Pendidikan Kecamatan Sukamakmur berkaitan dengan integrasi materi pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum, namun guru dan kepala sekolah telah berinisiatif untuk mengintegrasikan materi tersebut ke dalam kurikulum. Kepala sekolah dan guru sadar betul bahwa daerah tempat tinggal dan beraktifitas yaitu Kecamatan Sukamakmur termasuk kawasan rawan bencana longsor, namun belum ada upaya maksimal untuk mengurangi risikonya. Silabus dan RPP yang digunakan oleh guru dan kepala sekolah masih sebatas meniru pedoman yang sudah diterbitkan oleh Dinas Pendidikan namun jarang dimodifikasi oleh guru kelas sesuai kebutuhan sekolah.

 

Kata kunci     : Integrasi, Pengurangan Risiko Bencana, Sekolah aman, Kurikulum, Mata pelajaran, Muatan Lokal, Ekstra-kurikuler

Pembimbing 1:Dr. Sutopo Purwonugroho., M.Si., A.P.U – Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Dosen Universitas Pertahanan

Pembimbing 2: Brigjen TNI Lasmono, M.Si (Han) – Dosen Universitas Pertahanan

Penulis dapat dihubungi melalui email: giovenypermana[at]ymail.com

Pengaruh Kompetensi dan Kerjasama Tim Terhadap Kinerja Lembaga Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG) dalam Keamanan Hayati Indonesia

PENGARUH KOMPETENSI DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KINERJA LEMBAGA KOMISI KEAMANAN HAYATI PRODUK REKAYASA GENETIK (KKH PRG) DALAM KEAMANAN HAYATI INDONESIA

Cynthia Rahmawati

Abstrak

Sistem Kekuatan Pertahanan Negara Indonesia memadukan antara kekuatan pertahanan militer dan nirmiliter dengan Lembaga/Non Lembaga sebagai Komponen Utama dalam menghadapi ancaman pertahanan nirmiliter (Kementerian Pertahanan, 2008). Bencana non alam dalam penelitian ini adalah penanganan keamanan hayati produk rekayasa genetik yang di dunia menjadi ancaman nirmiliter berbasis teknologi modern (Karmana, 2009). Indonesia meratifikasi protokol Cartagena dan membentuk lembaga non struktural yaitu Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG) dalam keamanan hayati (pangan, pakan, dan lingkungan). Kinerja KKH PRG tentang penanganan dan kajian risiko PRG sebelum terjadi bencana non-alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh positif kompetensi dan kerjasama tim secara parsial dan simultan terhadap kinerja Lembaga KKH PRG dalam keamanan hayati Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling, maka jumlah sampel diambil secara acak dari beberapa instansi. Sampel sebanyak 44 Orang sebagai anggota KKH PRG dengan menggunakan rumus solvin. Teknik analisis data dengan regresi linear berganda diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kompetensi (p= 0,004) dan kerjasama tim (p=0,000) berpengaruh positif  terhadap kinerja lembaga KKH PRG secara simultan dan parsial. Kompetensi berpengaruh positif sebesar 8,6% dan kerjasama tim sebesar 13,5 % terhadap kinerja lembaga KKH PRG dengan nilai dominan yaitu kerjasama tim, serta untuk kedua variabel secara simultan diperoleh nilai sebesar 41%, sisanya 59% dipengaruhi oleh variabel lain. Saran agar dilakukan perbaikan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan anggota serta tidak ada yang merangkap tugas, sehingga tugas menjadi fokus utama dalam menangani kajian risiko keamanan hayati produk rekayasa genetik di lembaga KKH PRG.

 Kata Kunci: Kinerja Lembaga KKH PRG, Produk Rekayasa Genetik (PRG), Kompetensi, Kerjasama Tim, Keamanan Hayati

Pembimbing : Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Heridadi, M.Sc.

Pembimbing : Kol.Kes. IDK Kertawidana, SKM, MKKK.

Penulis dapat dihubungi melalui email: cynthiarahma23[at]gmail.com

Kapabilitas Kompi Zeni Nubika TNI AD dalam Menghadapi Ancaman Bencana Nubika

KAPABILITAS KOMPI ZENI NUBIKA TNI AD DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA NUBIKA

Fikih Hidayat

Abstrak

Senjata pemusnah massal atau Weapons of Mass Destruction (WMD) yang terdiri dari Nuklir, Biologi dan Kimia (Nubika) saat ini menjadi isu yang semakin mengemuka baik di luar maupun di dalam negeri terutama setelah munculnya berbagai teror biologi dan kimia. Menyikapi perkembangan dan penggunaan senjata Nubika, TNI AD senantiasa waspada terhadap kemungkinan dampak bahaya senjata Nubika dengan membentuk satuan Zeni Nubika setingkat Kompi yang disiapkan untuk menghadapi ancaman Nubika yaitu Kompi Zeni Nubika. Pertanyaan penelitian ini adalah 1)Bagaimana Kapabilitas Kompi Zeni Nubika dalam menghadapi ancaman bencana Nubika beserta hambatannya? 2)Bagaimana meningkatkan kapabilitas Kompi Zeni Nubika dalam pendayagunaan untuk penanggulangan bencana Nubika?.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kapabilitas Kompi Zeni Nubika dalam menghadapi ancaman bencana Nubika dan untuk mengetahui peningkatan Kapabilitas Kompi Zeni Nubika dalam pendayagunaan untuk penanggulangan bencana Nubika. Metode dalam penelitian ini kualitatif dengan wawancara, observasi, dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan kapabilitas Kompi Zeni Nubika belum memadai dari aspek sumber daya manusia, peralatan, anggaran, sehingga reputasi dalam pendayagunaan belum optimal dan kemampuan penanggulangan hanya 2 trouble spot. Untuk meningkatkan kapabilitas Kompi Zeni Nubika dibutuhkan upaya peningkatan sumber daya manusia, peralatan, sarana prasarana dan pendidikan. Dengan demikian dapat disimpulkan Kapabilitas Kompi Zeni Nubika dalam menghadapi ancaman bencana Nubika belum memadai. Kemampuan khusus Kompi Zeni Nubika dapat didayagunakan untuk penanggulangan bencana kecelakaan atau juga bencana alam yang berpotensi menimbulkan bahaya Nubika. Dengan meningkatnya ancaman bencana Nubika di masa damai, disarankan satuan Nubika setingkat Kompi dikembangkan menjadi satuan setingkat Batalyon Nubika agar mampu menangani lebih dari 2 trouble spot di lapangan.

Kata Kunci: Kapabilitas, Kompi Zeni Nubika, Bencana Nubika

Pembimbing 1: Mayjen TNI (Purn)  Dr. dr. Heridadi, M.Sc

Pembimbing 2: Brigjen TNI Lasmono, M.Si(Han)

Penulis dapat dihubungi melalui email: hidayatfikih[at]gmail.com

Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Longsor (Studi Di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)

PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA LONGSOR (STUDI DI KELURAHAN PASIR JAYA, KECAMATAN BOGOR BARAT, KOTA BOGOR)

Ayu Nurul Chotimah

Abstrak

Bencana longsor sering terjadi di propinsi Jawa Barat pada tahun 2015, kelurahan Pasir Jaya menjadi urutan kedua terbanyak mengalami longsor se-Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor di lokasi tersebut. Melalui metode penelitian kuantitatif, sampel penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga sebanyak 125 KK. Data diperoleh melalui kuesioner, dianalisis dengan uji regresi linear berganda(α=0,05). hasil analisis menunjukkan variabel pengetahuan dan sikap secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana longsor sebesar 58,5%. Analisis lain menunjukkan koefisien regresi pengaruh variabel sikap yaitu 1,329 lebih besar dibandingkan pengaruh pengetahuan 0,231 terhadap kesiapsiagaan. Dengan demikian, disarankan agar keluarga meningkatkan pengetahuan dan sikap  untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor.

 Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kesiapsiagaan, Bencana Longsor, Kelurahan Pasir Jaya.

Pembimbing 1: Kol. Cku. Dr. Eri R. Hidayat, MHRMC

Pembimbing 2: Ir. Sugeng Triutomo, DESS – Dewan Pembinan IABI 2014-2017, Ketua DRR Indonesia

Penulis dapat dihubungi melalui email: ayu_nurulc[at]yahoo.co.id