Category Archives: Acara MB

176 Mahasiswa Universitas Pertahanan Diwisuda, 1 Mahasiswi Raih Gelar Yudha Buana Cendikia

mahasiswa-unhan-sentul-1_20160414_160037

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP – Sebanyak 176 mahasiswa Strata-2 (S-2) Universitas Pertahanan (UNHAN) Indonesia diwisuda di Gedung Aula PMPP TNI, Kawasan Internasional Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Baratpada Kamis (14/4/2016).

Dari total 176 mahasiswa yang mengikuti wisuda kali ini berasal dari Fakultas Strategi Pertahanan sebanyak 96 orang yaitu 6 orang dari Prodi Peperangan Asimetris, 31 orang dari Prodi Damai dan Resolusi Konflik, 12 orang dari Prodi Diploma Pertahanan, 12 orang dari Prodi Strategi dan Kampanye Militer, 5 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Darat, 26 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Laut dan 4 orang dari Prodi Strategi Pertahanan Udara.

Sedangkan, mahasiswa dari Fakultas Manajemen Pertahanan sebanyak 80 orang yaitu 22 orang dari Prodi Manajemen Pertahanan, 28 orang dari Prodi Manajemen Bencana, 6 orang dari Prodi Ekonomi Pertahanan, 13 orang dari Prodi Ketahanan Energi, dan 11 orang dari Prodi Ketahanan Maritim.

Selain itu, seorang mahasiswi bernama Ningsih Sulistiawati dari Prodi Damai dan Resolusi Konflik mendapatkan penghargaan Yudha Buana Cendikia lantaran memperoleh predikat cum laude dengan IPK 3,93.

Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) Letjen TNI Dr (Cjan) I Wayan Midhio, M.Phil mengatakan, para wisudawan dan wisudawati ini merupakan angkatan ke-7.

“Semoga ilmu yang sudah didapat bisa bermanfaat,” kata dalam sambutannya dihadapan wisudawan.

Dalam kesempatan itu, dia pun sempat melakukan orasi ilmiah yang berjudul “Revolusi mental dalam manajemen perubahan sebagai Implementasi Belanegara”

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu turut hadir dalam acara wisuda kali ini.

mahasiswa-unhan-sentul-2_20160414_160115

Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) ke Kabupaten Karo

Mahasiswa program studi Manajemen Bencana melakukan kegiatan KKDN di Kabupaten Karo pada tanggal 27 April – 1 Mei 2015. Hari pertama kami disambut oleh Kasdam Brigjen TNI Cucu Somantri dengan sangat baik.

IMG_0577

Selesai dengan penyambutan di Medan, kami meluncur ke tempat penginapan di Kabupaten Berastagi. Mikie Holiday Resort and Hotel memberikan fasilitas kamar, kolam renang, dan menu sarapan yang yahud! ruangan untuk evaluasi harian pun tersedia. Hari kedua, kami berkunjung ke pendopo Kabupaten Karo untuk menerima paparan dari Dandim, BPBD, Bappeda, Polres, dan Disperindagkop.

_MG_0841

IMG_2045

Setelah itu kami melihat Sinabung dari simpang empat, kondisi saat itu masih banjir lahar dingin dan hujan pun turun. Hari ketiga, kami melakukan in depth interview ke berbagai dinas dan kelompok-kelompok masyarakat untuk menggali informasi mengenai dampak erupsi Sinabung dan peran yang dilakukan oleh berbagai pihak. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam bentuk penghiburan kepada anak-anak yang berada di pengungsian bekas gedung Universitas Karo.

_MG_7153

Pada siang hari kami melanjutkan perjalanan ke tempat relokasi Gunung Siosar. Tempat relokasi terletak jauh dari jalan raya besar, sebagian rumah telah selesai dibangun, sebagian sudah siap ditempati. Warna hijau dipilih sebagai cat dinding rumah atas permintaan masyarakat. Seperti diberitakan oleh SindoNews, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif secara simbolis menyerahkan 103 unit rumah pemukiman relokasi korban erupsi Gunung Sinabung kepada warga Desa Bekerah di Desa Siosar, Kecamatan Merek, Karo, Sumatera Utara, pada Selasa 5 Mei 2015. Kami disambut oleh Wadansatgas dengan makan siang bersama.

_MG_7550 _MG_7563

IMG_20150430_134531

Kami juga memantau Gunung Sinabung dari jauh melalui PVMBG dengan kamera berlensa tele, binokuler, dan teropong. PVMBG juga memberikan gambaran mengenai aktifitas Gunung Sinabung.

DSCF2075

Perjalanan hari terakhir Kegiatan dilakukan di Medan, Kami disambut dan dijamu dengan baik oleh Pangkosekhudnas III. Royal Suite Condotel menjadi tempat penginapan kami selanjutnya. City Tour Medan pun dimulai dari “Rahmat” International Wildlife Museum and Gallery, Kami mendapat sambutan dari manajer pengelola dan makan siang bersama di ruangan khusus. Perjalanan dilanjutkan ke Masjid Raya Medan, istana Maimun, dan tempat oleh-oleh.

_MG_8330

istana maimoon asli

Kegiatan KKDN masih terkenang hingga hari ini, moment kebersamaan mahasiswa manajemen bencana cohort 5 sekaligus menjadi pembelajaran masing-masing individu di dalamnya.

Tetap aktif dan kompak selalu!

Gioveny Astaning Permana

Unhan Menanam di Jalur Poros Tengah Timur

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bogor sudah seperti lukisan hijau, letak geografisnya yang jauh dari laut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu di Bogor. Pelantikan bupati bogor dengan masa jabatan tahun 2013-2018 jatuh pada tanggal di Gedung Tegar Beriman Cibinong sebagai saksi serah terima jabatan dari mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin kepada Hj.Nurhayanti, Selasa 24 Maret 2015. Kehadiran Bupati Bogor yang baru dilantik memberikan harapan tersendiri bagi masyarakat kabupaten Bogor. Bapak Gubernur Jawa Barat berpesan untuk memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bogor seperti upaya mitigasi dan pemetaan terhadap lokasi rawan bencana serta pengendalian pembangunan agar tidak merusak lingkungan.

Setelah memegang jabatan sebagai Bupati Bogor, Ibu Hj. Nurhayanti, SH. MM. M.Si, bersama jajaran staf dan Universitas Pertahanan Indonesia melakukan Gerakan Tanam Pohon untuk mewujudkan infrastruktur hijau menuju kabupaten termaju di Indonesia. Gerakan ini berlangsung di Desa Hambalang Kecamatan Citeureup, kawasan poros tengah timur yang juga menjadi jalur alternatif puncak dua. Melibatkan pihak-pihak dari dinas terkait, acara dimulai pukul delapan pagi dengan olahraga bersama yang dipandu oleh dua orang instruktur dan musik pengiring. Gerakan-gerakan sederhana menambah semangat tamu undangan yang hadir tak terkecuali mahasiswa dan staf Universitas Pertahanan Indonesia.

Jalur poros tengah timur atau jalur puncak dua ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di daerah Puncak. Pembangunan secara merata pun diharapkan antara pusat dan daerah yang terletak di jalur puncak dua, sehingga kemudahan akses melalui jalur puncak dua ditargetkan terwujud pada tahun 2018. Jalur poros tengah timur juga sangat penting diwujudkan karena menjadi penghubung wilayah-wilayah di Kabupaten Bogor, yaitu Kabupaten Bekasi dan Cipanas. Bupati Bogor memprediksi wilayah ini akan menjadi tempat kegiatan otomotif, ecopark, ekonomi kreatif, dan wisata terpadu lainnya. Gerakan Tanam Pohon termasuk dalam upaya pengamanan asset pemerintah daerah berupa tanah hibah dari para pengusaha dan masyarakat. Selain itu juga sebagai tindakan reboisasi dan rehabilitasi lahan di sekitar kawasan poros tengah timur.

sumber: idu.ac.id

Setelah Bupati Bogor memberikan sambutan, penanaman 1000 pohon mahoni dilakukan. Acara dilanjutkan dengan bernyanyi bersama di atas panggung kecil dan Mahasiswa Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia tak mau terlewatkan menyumbangkan suara merdunya. Terima kasih kepada pemerintah kabupaten bogor yang telah mengundang mahasiswa dan staf Universitas Pertahanan Indonesia untuk berpartisipasi dalam Gerakan Tanam Pohon. Semoga dapat berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Universitas Pertahanan Indonesia yang terletak di Kabupaten Bogor sangat mendukung upaya-upaya seluruh lapisan masyarakat untuk melestarikan lingkungan. Lingkungan yang dijaga hari ini, kelak akan memberi manfaat di generasi selanjutnya.

Salam Tangguh!

Gioveny Astaning Permana

Unhan Mengajar, Bakti untuk Negeri

Oleh: Gioveny Astaning Permana

IMG_7474

Unhan mengajar merupakan wadah yang diharapkan dapat menjadi pelopor bagi civitas akademika dalam pengabdian dan pembangunan negeri, melalui pembelajaran kepada calon penerus bangsa. Ibu Herlina selaku dosen mata kuliah Sistem Pertahanan Negara (SISHANNEG), pada semester awal perkuliahan memberikan ide agar mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia khususnya program studi manajemen bencana tergerak untuk action salah satunya dengan memberikan pemahaman dan pembelajaran pada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Universitas Pertahanan Indonesia, khususnya anak usia sekolah.

Tim seminar yang dibentuk di kelas manajemen bencana menangkap ide tersebut dan berupaya merealisasikannya. Dalam tim kecil yang pada awalnya hanya berlima, mengajak teman-teman lain untuk bergabung dan berpartisipasi melancarkan aksi yang dinamakan Unhan mengajar. Bangga? Pasti! Continue reading

Inikah yang Namanya Tangguh Bencana?

Catatan UNHAN
Turun Lapangan Mahasiswa MB Cohort 5 ‘Banjir Jakarta’ (1)

Namanya juga prodi Manajemen Bencana. Mau tidak mau, suka tidak suka kegiatan praktik lapangan ya saat kejadian bencana. Inilah realita lapangan. Disaat korban bencana membutuhkan bantuan logistik, eh kita asik mengambil foto atau menanyakan dengan sejumlah pertanyaan yg kadang membuat kita sendiri pusing.

Betapa tidak, kami mahasiswa MB Cohort 5 memiliki hobi foto-foto. Ditambah tugas kami saat turun lapangan adalah melihat fenomena dan ‘berpikir’ untuk melakukan kajian. Plus ditambah kami menggunakan aplikasi cobo collect yaitu input data pada smartphone (khusus android) dengan segudang pertanyaan. Awalnya saya berpikir akan kesulitan melakukannya, namun ternyata masyarakat antusias untuk kita bertanya dan mengambil foto.

Saat langsung bertemu korban, banyak dari masyarakat yang saya lihat tetap tersenyum bahagia. Walau dengan kondisi rumah yg kotor akibat kemasukan air, dan kondisi jalan tergenang air sepaha saya (sekitar 1 meter), masyarakat tetap ramah menjawab pertanyaan yang saya ajukan.

Bencana menurut saya, namun hal yang biasa menurut masyarakat. Itulah yang saya alami di RT 02 RW 02, kelurahan Kedang Haung kecamatan Cengkareng. Sejak minggu malam turun hujan hingga selasa (8 februari 2015), air menggenangi gang setinggi dada orang dewasa. Rabu saat saya berada di lokasi air sudah surut dan masyarakat mengatakan, alhamdulillah.

Saya tidak melihat masyarakat sedih ataupun sangat menderita akibat banjir ini. Mungkin saya hanya lihat luarnya saja, namun ketika senyum dan perkataan yg mereka ucapkan demikian, apa itu belum menunjukkan secara tersirat?

Sudah 10 tahun lebih masyarakat mengalami kondisi seperti ini. Tentu kemauan masyarakat untuk tetap bertahan tinggal di lokasi rawan bahaya banjir, memunculkan kemampuan adaptasi dan kemampuan koping masyarakat menghadapi bencana. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Paling-paling bila tidak bisa tidur baru masyarakat mengungsi ke pos pengungsian. Inikah yang dinamakan masyarakat tangguh bencana? yaitu Masyarakat yang dapat menghadapi bahaya alam dan bersahabat dengan risiko bencana.?

Berdasarkan teori, ada 2 bentuk koping strategi masyarakat dalam kondisi tertekan (stress), yaitu menerima masalah dengan mengontrol emosi atau mengatasi permasalahan itu sendiri. Dalam hal banjir ini, saya melihat masyarakat menerima kejadian banjir dengan ikhlas dan survive untuk mengatasinya.

Itulah secuil gambaran kegiatan saat saya dan kawan2 (mahasiswa MB Cohort 5) turun lapangan untuk melihat langsung penanganan bencana banjir jakarta. Dari total 34 mahasiswa, kami bertujuh (pak Doni, kahfi, fikih, rizki, afief, mba Okta dan saya) mendapat lokasi di Kotamadya Jakarta Barat. Kegiatan berlangsung selama 6 hari (9-14 Februari 2015).

Banyak hal yang ingin saya ceritakan beserta fotonya. Seperti pompa kodok yang masih digunakan masyarakat sebagai sumber air, kondisi di pos BNPB, relawan dari berbagai institusi, dan hal lainnya. Karena masih berada di lapangan, cerita tersebut masih tersusun rapih di pikiran, belum tertuang dalam bentuk tulisan. Coming soon kawan…  🙂

Author: Dafid “Suki” Kurniawan
Mahasiswa Manajemen Bencana Cohort V

Menuntut Ilmu ke Kota Kembang

IMGP3491

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, begitulah kata pepatah yang membuat kami semangat melakukan kegiatan hari ini. Meski menjalani perkuliahan sehari-hari di kampus Sentul, hari ini berbeda. Selasa 9 Desember 2014, meski bukan ke Cina, kami rombongan dari Program Studi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) melakukan kunjungan ke Geotek LIPI di Bandung. Kuliah hari ini adalah kuliah umum pertama kami di luar Sentul.

Kegiatan kuliah umum sehari ini bertujuan untuk pengembangan keilmuan mahasiswa. Dalam sambutannya kepala Tata Usaha Geotek LIPI berharap pengayaan ilmu dalam kuliah umum tersebut bermanfaat bagi seluruh perserta.

“Geotek LIPI sudah melakukan sosialisasi transfer knowledge mulai dari Aceh, Bengkulu, Padang sampai ke Sulawesi Utara, Ternate dan kawasan-kawasan yang pernah mengalami Tsunami. Mudah-mudahan pertemuan hari ini tidak sampai di sini saja, namun dapat berlanjut dalam kerjasama riset,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua Prodi Manajemen Bencana Kol Kav Lasmono, M.Si (Han) menyampaikan, selain kegiatan pendidikan, Dekan Manajemen Pertahanan juga mendorong  kegiatan penelitian dapat melibatkan dosen dan mahasiswa. Hal ini wajib untuk meningkatkan akreditasi Continue reading

Kuliah Umum Kebencanaan di Geotek LIPI

manajemen_bencana_unhan_lipi

Mahasiswa Manajemen Bencana Cohort 5 Universitas Pertahanan Indonesia berkunjung ke Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI (Geotek LIPI), Bandung pada Selasa, 9 Desember 2015. Kunjungan tersebut dalam rangka kuliah umum yang diselenggarakan untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai sejarah kebencanaan di Indonesia dan mempelajari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh pusat penelitian terbesar di Indonesia tersebut.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian kata sambutan dari pihak Geotek LIPI dan dilanjutkan dengan sambutan dari kepala program studi manajemen bencana, Kolonel Lasmono, M.Si (Han).

Kegiatan kuliah umum tersebut diawali dengan perkenalan dan gambaran singkat mengenai Geotek LIPI. Pusat penelitian ini semula bernama Lembaga Geologi Pertambangan Nasional (LGPN) yang berada di bawah Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia [MIPI] dan Dewan Urusan Riset Nasional (DURENAS).

Geotek LIPI memiliki lima kelompok penelitian, yaitu: Kelompok Riset Sumber Daya Bumi, Kelompok Riset Gempabumi dan Tsunami, Kelompok Riset Rekayasa Mineral, Kelompok Riset Cekungan dan Energi, dan Kelompok Riset Sistem Informasi.

Lembaga ini juga dilengkapi fasilitas laboratorium, yaitu laboratorium kimia, laboratorium mineral optik, laboratorium geoteknik, laboratorium air dan tanah, laboratorium geofisika, laboratorium mikropaleontologi, laboratorium sistem informasi geografis, dan laboratorium riset bencana. Continue reading