Inikah yang Namanya Tangguh Bencana?

Catatan UNHAN
Turun Lapangan Mahasiswa MB Cohort 5 ‘Banjir Jakarta’ (1)

Namanya juga prodi Manajemen Bencana. Mau tidak mau, suka tidak suka kegiatan praktik lapangan ya saat kejadian bencana. Inilah realita lapangan. Disaat korban bencana membutuhkan bantuan logistik, eh kita asik mengambil foto atau menanyakan dengan sejumlah pertanyaan yg kadang membuat kita sendiri pusing.

Betapa tidak, kami mahasiswa MB Cohort 5 memiliki hobi foto-foto. Ditambah tugas kami saat turun lapangan adalah melihat fenomena dan ‘berpikir’ untuk melakukan kajian. Plus ditambah kami menggunakan aplikasi cobo collect yaitu input data pada smartphone (khusus android) dengan segudang pertanyaan. Awalnya saya berpikir akan kesulitan melakukannya, namun ternyata masyarakat antusias untuk kita bertanya dan mengambil foto.

Saat langsung bertemu korban, banyak dari masyarakat yang saya lihat tetap tersenyum bahagia. Walau dengan kondisi rumah yg kotor akibat kemasukan air, dan kondisi jalan tergenang air sepaha saya (sekitar 1 meter), masyarakat tetap ramah menjawab pertanyaan yang saya ajukan.

Bencana menurut saya, namun hal yang biasa menurut masyarakat. Itulah yang saya alami di RT 02 RW 02, kelurahan Kedang Haung kecamatan Cengkareng. Sejak minggu malam turun hujan hingga selasa (8 februari 2015), air menggenangi gang setinggi dada orang dewasa. Rabu saat saya berada di lokasi air sudah surut dan masyarakat mengatakan, alhamdulillah.

Saya tidak melihat masyarakat sedih ataupun sangat menderita akibat banjir ini. Mungkin saya hanya lihat luarnya saja, namun ketika senyum dan perkataan yg mereka ucapkan demikian, apa itu belum menunjukkan secara tersirat?

Sudah 10 tahun lebih masyarakat mengalami kondisi seperti ini. Tentu kemauan masyarakat untuk tetap bertahan tinggal di lokasi rawan bahaya banjir, memunculkan kemampuan adaptasi dan kemampuan koping masyarakat menghadapi bencana. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Paling-paling bila tidak bisa tidur baru masyarakat mengungsi ke pos pengungsian. Inikah yang dinamakan masyarakat tangguh bencana? yaitu Masyarakat yang dapat menghadapi bahaya alam dan bersahabat dengan risiko bencana.?

Berdasarkan teori, ada 2 bentuk koping strategi masyarakat dalam kondisi tertekan (stress), yaitu menerima masalah dengan mengontrol emosi atau mengatasi permasalahan itu sendiri. Dalam hal banjir ini, saya melihat masyarakat menerima kejadian banjir dengan ikhlas dan survive untuk mengatasinya.

Itulah secuil gambaran kegiatan saat saya dan kawan2 (mahasiswa MB Cohort 5) turun lapangan untuk melihat langsung penanganan bencana banjir jakarta. Dari total 34 mahasiswa, kami bertujuh (pak Doni, kahfi, fikih, rizki, afief, mba Okta dan saya) mendapat lokasi di Kotamadya Jakarta Barat. Kegiatan berlangsung selama 6 hari (9-14 Februari 2015).

Banyak hal yang ingin saya ceritakan beserta fotonya. Seperti pompa kodok yang masih digunakan masyarakat sebagai sumber air, kondisi di pos BNPB, relawan dari berbagai institusi, dan hal lainnya. Karena masih berada di lapangan, cerita tersebut masih tersusun rapih di pikiran, belum tertuang dalam bentuk tulisan. Coming soon kawan…  🙂

Author: Dafid “Suki” Kurniawan
Mahasiswa Manajemen Bencana Cohort V

Advertisements

One response to “Inikah yang Namanya Tangguh Bencana?

  1. Afief B. Wicaksono

    nama kelurahannya boleh aku koreksi ya bukan Kedang Haung tapi kedaung kaliangke kec cengkareng kota administrasi Jakarta Barat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s