Mengenal EFSVL Lebih Dekat Bersama Oxfam Indonesia

IMG_20141219_114829

Mahasiswa Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia kembali mendapat ilmu baru. Kali ini, ilmu tersebut diperoleh dari Oxfam. Organisasi ini mengundang beberapa mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan yang bertujuan memperdalam alat kaji bidang Emergency Food Security and Livelihood (EFSVL) dengan menggunakan software epicollect+ pada Jumat, 19 Desember 2014.

Oxfam merupakan lembaga swadaya masyarakat yang tidak hanya ada di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Visi Oxfam di Indonesia adalah mengenai keadilan gender, bahwa perempuan adalah warga negara yang sama sehingga dapat menikmati hak-haknya bahkan disaat terjadi guncangan dan bencana.

Dengan kecanggihan teknologi dan penggunaan sistem android yang semakin meluas, Oxfam memanfaatkan kecanggihan ini sebagai sistem pengelolaan informasi untuk merespon bencana dengan cepat melalui alat kaji bidang EFSVL. Kegiatan survey, wawancara, dan pengumpulan data dapat dilakukan dengan alat kaji bidang EFSVL (Emergency Food Security and Livelihood).

Sebelum memberikan bantuan pada korban bencana, Oxfam melakukan beberapa metode yaitu HEA (Household Economic Analysis), EMMA (Emergency Market Mapping Analysis), dan 48 hours. 48 hours merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi 48 jam pertama setelah bencana, informasi yang diperoleh kemudian dianalisis untuk selanjutnya menjadi sebuah rekomendasi.

Alat kaji EFSVL berguna dalam metode 48 hours ini, identitas, nama, umur, jenis kelamin, dan disability dapat dapat diinput langsung ke dalam sistem yang bisa terhubung dengan internet. Alat uji EFSVL mengkaji apakah korban bencana memiliki akses ekonomi yang cukup terkait dengan cara memperoleh makanan dan ketersediaannya. EFSVL juga membantu memenuhi kebutuhan pangan minimum untuk mencegah terjadinya malnutrisi pascabencana.

Setelah Oxfam memaparkan mengenai alat uji EFSVL, para peserta yang hadir dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok sosial, yaitu kelompok sosial kelas atas, menengah, tokoh masyarakat, kelompok sosial kelas bawah, dan kelompok pemerintah. Masing-masing kelompok berperan sebagai pihak yang terdampak bencana.

Alat uji EFSVL ini pun digunakan dengan mewawancara masing-masing kelompok sosial. Pengujian EFSVL dilakukan di taman koleksi pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Masing-masing kelompok sosial bertemu dengan tim Oxfam yang melakukan pengujian alat EFSVL.

Pengujian alat di lapangan yaitu di taman koleksi pascasarjana Institut Pertanian Bogor selesai. Kelompok-kelompok sosial dan tim Oxfam kembali memasuki ruangan untuk mengkaji hasil uji coba EFSVL.

Berbagai pendapat pun muncul mulai dari masalah teknis dan content dari EFSVL. Antara lain terdapat pertanyaan wawancara yang double, sudah ditanyakan diawal namun ditanyakan kembali. Beberapa orang pun merasa gadget yang digunakan dalam pengumpulan data perlu dikaji kembali, karena rentan hilang dan gadget sangat menarik perhatian responden yang diwawancara.

Pengkajian hasil uji coba EFSVL ini sangat memberi masukan bagi Oxfam sebagai pemilik alat uji coba. Metode 48 hours menggunakan alat uji EFSVL diharapkan dapat terus dikembangkan, dilengkapi, dan diperbaiki kekurangannya demi pengumpulan informasi yang cepat dan up to date.

Mahasiswa Universitas Pertahanan mendapat ilmu baru dan sedikit banyak memperoleh pencerahan  dan bayangan bagaimana proses penggalian informasi dapat dilakukan dengan cepat dan akurat di 48 jam pertama pascabencana, selain itu mahasiswa mendapat gambaran bahwa apa yang mereka lakukan hari ini bersama Oxfam dapat menggambarkan bagaimana proses memperoleh informasi akan dilakukan pada saat penulisan tesis.[]

Author: Gioveny Astaning P.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s