Menuntut Ilmu ke Kota Kembang

IMGP3491

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, begitulah kata pepatah yang membuat kami semangat melakukan kegiatan hari ini. Meski menjalani perkuliahan sehari-hari di kampus Sentul, hari ini berbeda. Selasa 9 Desember 2014, meski bukan ke Cina, kami rombongan dari Program Studi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) melakukan kunjungan ke Geotek LIPI di Bandung. Kuliah hari ini adalah kuliah umum pertama kami di luar Sentul.

Kegiatan kuliah umum sehari ini bertujuan untuk pengembangan keilmuan mahasiswa. Dalam sambutannya kepala Tata Usaha Geotek LIPI berharap pengayaan ilmu dalam kuliah umum tersebut bermanfaat bagi seluruh perserta.

“Geotek LIPI sudah melakukan sosialisasi transfer knowledge mulai dari Aceh, Bengkulu, Padang sampai ke Sulawesi Utara, Ternate dan kawasan-kawasan yang pernah mengalami Tsunami. Mudah-mudahan pertemuan hari ini tidak sampai di sini saja, namun dapat berlanjut dalam kerjasama riset,” harapnya.

Selanjutnya, Ketua Prodi Manajemen Bencana Kol Kav Lasmono, M.Si (Han) menyampaikan, selain kegiatan pendidikan, Dekan Manajemen Pertahanan juga mendorong  kegiatan penelitian dapat melibatkan dosen dan mahasiswa. Hal ini wajib untuk meningkatkan akreditasi UNHAN. “Ini sebagai awal hadir kami di Geotek LIPI, mudah-mudahan tidak hanya dengan Man. Bencana. Ada Keamanan Maritim, Ketahanan Energi dan jurusan lainnya” ujar Lasmono.

Acara dilanjutkan dengan saling tukar kenang-kenangan, lalu dimulai dengan penjelasan singkat tentang Pusat Penelitian Geoteknologi oleh Kepala Bidang PDHP Nugroho D. Hananto.

Kami merasa kuliah umum hari ini berjalan santai karena kita dapat sambil menikmati Coffee Break yang telah disajikan. Kami juga mendapat kenang-kenangan berupa buku berjudul “Menggapai Cita-Cita Tangguh Bencana di Indonesia.” Buku ini karya Herryal Z. Anwar dan Hery Harjono. Terima kasih pak bukunya yang dapat digunakan sebagai referensi tesis kami.

Materi pertama mengenai Antisipasi dan Mitigasi Bencana Kebumian yang berfokus pada practice oleh Prof. Dr. Edi P. Utomo. Bencana yang erat kaitannya dengan hal ini adalah Gerakan Tanah atau Tanah Longsor dan Kekeringan. Penyebab longsor yang utama di Pulau Jawa adalah tingginya curah hujan.

Edi mencontohkan daerah Kiara (arah Pelabuhan Ratu menuju Ujung Genteng), jalan yang sering rusak diakibatkan adanya patahan di bawah permukaan tanah yang seperti sungai. Lalu beliau melanjutkan bahwa terdapat perbedaan antara ahli geologi dengan hidrologi.

Ahli hidrologi ingin mengumpulkan air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah lalu dimanfaatkan oleh masyarakat. Sedangkan ahli geologi ingin gimana agar air tidak mengumpul dengan diusi-usir agar tidak mengganggu konstruksi tanah. “Aku kurang suka dengan istilah sumur resapan karena tidak di maintanance. Maka sekarang saya perkenalkan istilah SIMBAT,” ujarmya.

Kegiatan dijanjutkan pada sesi-sesi berikutnya. Sesi kedua mengenai Ketahanan Air oleh Prof. Robert Delinom. Sesi ketiga yaitu Sejarah Kebencanaan di Indonesia oleh Dr. Ir. Danny H. Natawidjaja dan sesi terakhir oleh Dr Ir. Herryal Z. Anwar yaitu Pemahaman Tentang Penilaian Risiko Bencana. Acara ditutup oleh kepala Bagian Tata Usaha. Selanjutnya kami foto bersama di halaman depan gedung.

manajemen_bencana_unhan

Oleh-oleh buku dari Dr. Ir. Herryal Z. Anwar

Author: Dafid Kurniawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s