Kuliah Umum Kebencanaan di Geotek LIPI

manajemen_bencana_unhan_lipi

Mahasiswa Manajemen Bencana Cohort 5 Universitas Pertahanan Indonesia berkunjung ke Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI (Geotek LIPI), Bandung pada Selasa, 9 Desember 2015. Kunjungan tersebut dalam rangka kuliah umum yang diselenggarakan untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai sejarah kebencanaan di Indonesia dan mempelajari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh pusat penelitian terbesar di Indonesia tersebut.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian kata sambutan dari pihak Geotek LIPI dan dilanjutkan dengan sambutan dari kepala program studi manajemen bencana, Kolonel Lasmono, M.Si (Han).

Kegiatan kuliah umum tersebut diawali dengan perkenalan dan gambaran singkat mengenai Geotek LIPI. Pusat penelitian ini semula bernama Lembaga Geologi Pertambangan Nasional (LGPN) yang berada di bawah Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia [MIPI] dan Dewan Urusan Riset Nasional (DURENAS).

Geotek LIPI memiliki lima kelompok penelitian, yaitu: Kelompok Riset Sumber Daya Bumi, Kelompok Riset Gempabumi dan Tsunami, Kelompok Riset Rekayasa Mineral, Kelompok Riset Cekungan dan Energi, dan Kelompok Riset Sistem Informasi.

Lembaga ini juga dilengkapi fasilitas laboratorium, yaitu laboratorium kimia, laboratorium mineral optik, laboratorium geoteknik, laboratorium air dan tanah, laboratorium geofisika, laboratorium mikropaleontologi, laboratorium sistem informasi geografis, dan laboratorium riset bencana.

Gambaran singkat pusat penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan materi pertama, yaitu antisipasi dan mitigasi bencana kebumian dari Prof. Dr. Edi Prasetyo Utomo. Ia membahas mengenai salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia yaitu longsor. Beberapa pemicu tanah longsor atau pergerakan tanah ini, yaitu curah hujan tinggi, kemiringan topografi, jenis batuan, gempabumi, struktur geologi, serta ketebalan tanah yang beranekragam.

Selain tanah longsor, bencana kebumian yang sering muncul di Indonesia menurut Edi adalah bencana kekeringan. Geotek LIPI memberikan solusi untuk menyimpan cadangan air tanah menggunakan sistem Simpanan dan Imbuhan Buatan Untuk Air Tanah (SIMBAT).

Materi kedua mengenai sumber daya air disampaikan oleh Prof. Ir. Robert M. Delinom M.Sc. Di awal materi, dia menyampaikan ungkapan “water is the new oil”. Ungkapan ini menyiratkan bahwa ketahanan air merupakan bagian dari kemanan nasional.

Berbagai risiko dapat terjadi jika sebuah negara tidak mempunyai ketahanan air yang baik seperti banjir. Dia juga menjelaskan, Geotek LIPI merancang sebuah perkotaan modern yang mendukung ketahanan air di Cengkareng Jakarta pada 2030. Dengan ketahanan air yang baik, diharapkan ancaman terkait dengan sumberdaya air dapat terselesaikan dengan maksimal.

Sejarah kebencanaan di Indonesia menjadi materi ketiga yang disampaikan oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja M.Sc. Dia memaparkan bencana-bencana yang pernah terjadi di Indonesia mulai dari zaman kolonial Belanda. Danny juga mendukung salah seorang mahasiswa manajemen bencana yang berasal dari Indonesia bagian timur untuk mengkaji lebih dalam mengenai sejarah kebencanaan yang terjadi di Indonesia timur. Sebagian besar fokus penelitian yang dikaji selama ini memang pada Indonesia bagian barat, sementara bagian timur seolah terlupakan padahal tidak demikian seharusnya.

Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Ir. Herryal Z. Anwar tentang Pemahaman tentang penilaian resiko bencana. Dia menyatakan, dampak langsung dan tidak langsung dari adanya risiko bencana jelas harus dihadapi oleh orang-orang yang terdampak. Menurutnya, komunikasi dalam pengurangan risiko bencana tidak hanya terletak pada pengetahuan yang didengar saja, namun diharapkan pengetahuan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Sebelum memaparkan materi terakhir mengenai pemahaman tentang penilaian risiko bencana, Herryal memberikan buku hasil penelitiannya salah seorang peneliti LIPI lainnya, Hery Harjono pada mahasiswa secara gratis. Buku yang berjudul “Menggapai Cita-cita Masyarakat Tangguh Bencana Alam di Indonesia” ini membahas mengenai bahaya-bahaya alam yang ada di Indonesia, seperti tsunami, erupsi gunung, gempa bumi, banjir, dan longsor.

Kuliah umum tersebut sangat berkesan dan menambah pengetahuan mahasiswa. Mahasiswa dapat mengenal lebih dekat bahaya-bahaya yang mungkin muncul dan dan belajar bagaimana mengurangi risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan.

Kuliah umum ini ditutup salah satunya dengan harapan bahwa tidak hanya program studi manajemen bencana saja yang bisa memperdalam pengetahuan, namun program studi lain seperti ketahanan energi dan keamanan maritim juga dapat menggali pengetahuan baru yang berkaitan dengan hasil-hasil penelitian di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.[]

Author: Gioveny Astaning Permana

One response to “Kuliah Umum Kebencanaan di Geotek LIPI

  1. Wah…… MBC5 Kreatif, dapat dibanggakan….

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s