Pengaruh Kesesuaian Lahan Fisik Pemukiman dan Kondisi Sosial Masyarakat Terhadap Kerentanan Risiko Bencana di Kota Salatiga Jawa Tengah

PENGARUH KESESUAIAN LAHAN FISIK PEMUKIMAN DAN KONDISI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP KERENTANAN RISIKO BENCANA DI KOTA SALATIGA JAWA TENGAH.

Afief Bagus Wicaksono

Abstrak

Tujuan penelitian tesis ini adalah untuk mengkaji penentuan arahan fungsi kawasan pemukiman di kota Salatiga dengan sasarannya antara lain untuk mengetahui sebaran spasial kesesuaian lahan fisik kawasan pemukiman dan kondisi sosial masyarakat di Kota Salatiga, dan mengetahui pengaruh kesesuaian lahan fisik kawasan pemukiman dan kondisi sosial masyarakat terhadap kerentanan risiko bencana di Kota Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berjenjang dengan teknik pengharkatan atau skoring. Pengharkatan/skoring dilakukan pada setiap indikator pada tiap komponen. Hasil dari penelitian ini adalah Kesesuaian lahan pemukiman dengan kondisi tidak sesuai dan kurang menunjukan bahwa daerah tersebut adalah daerah yang rentan terhadap bencana berdasarkan faktor fisik (morfologi), sedangkan kondisi cukup sesuai menunjukan kondisi dengan tingkat kerentanan terhadap bencana sedang, dan kondisi kesesuaian lahan sesuai menunjukan tingkat kerentanan terhadap bencana rendah, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan terhadap kondisi kerentanan bencana adalah faktor fisik atau morfologi. Faktor kepadatan penduduk menjadi faktor yang menunjukan tingkat kerentanan tinggi terhadap risiko bencana, maka pada wilayah perkotaan dan wilayah yang padat penduduk menjadi salah satu wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap risiko bencana.

Kata Kunci : Kesesuaian Lahan Pemukiman, Kerentanan, Kondisi Sosial, dan Risiko Bencana.

Pembimbing 1: Brigadir Jenderal TNI. Dr. Arief Budiarto, DESS (Dosen Sesko TNI AD dan Dosen Manajemen Bencana Unhan)

Pembimbing 2: Brigadir Jenderal TNI. (Purn). Drs. Makmur Supriyatno, B.Sc, M.Pd (Dosen Teknologi Informasi Geografis dan Informasi Kebencanaan Unhan)

Penulis dapat dihubungi melalui email: afief.witjaksana[at]yahoo.com

Advertisements

Kesiapan Bandara Soekarno−Hatta untuk Menghadapi Penyebaran Virus MERS CoV dalam Rangka Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional

KESIAPAN BANDARA SOEKARNO−HATTA UNTUK MENGHADAPI PENYEBARAN VIRUS MERS COV DALAM RANGKA MANAJEMEN BENCANA UNTUK KEAMANAN NASIONAL

Mochammad Reza

Absrak

Virus MERS CoV yang berjangkit di Timur Tengah khususnya dr Arab Saudi pada tahun 2014 tercatat 679 kasus dan menyebabkan 273 kematian (WHO, 2015a). Angka ini merupakan potensi ancaman nyata bagi Indonesia yang setiap tahunnya mengirimkan Jamaah Haji ke Arab Saudi. Karena itu, Indonesia harus memiliki manajemen bencana yang terkait identifikasi, pencegahan dan prakiraan virus dengan membuat model penyebaran virus MERS CoV jika terjadi di Pulau Jawa khususnya di bandara Soekarno−Hatta sebagai salah satu pintu masuk awal perpindahan antar manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis SOP identifikasi dan SOP Pencegahan serta memperkirakan penyebaran virus MERS CoV di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian SOP identifikasi dan pencegahan. Metode kuantiatif menggunakan sistem dynamis dipakai untuk menjawab pertanyaan penelitian prakiraan penyebaran virus MERS CoV. Hasilnya adalah SOP Identifikasi di bandara Soekarno−Hatta sudah cukup siap. Kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno−Hatta khususnya sudah cukup baik namun thermal scanner yang merupakan alat identifikasi hanya bisa mengukur suhu tubuh sehingga penumpang dalam masa inkubasi virus bisa saja masuk begitu juga bersama dengan penumpang yang melakukan transit. Untuk PT Angkasa Pura II (Persero) dibutuhkan spesifikasi SOP Identifikasi. SOP Pencegahan Bandara Soekarno−Hatta sudah cukup siap khususnya yang dilakukan KKP dan PT Angkasa Pura 2. Namun demikian, tantangan untuk KKP adalah ruang wawancara KKP masih belum memenuhi standar dengan ventilasi yang tidak terpisah. Adapun prakiraan kasus MERS CoV jika terjadi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa adalah jumlah kasus dan kematian menunjukkan pola exponential growth jika identifikasi dan pencegahan dilakukan tidak optimal berdasarkan hasil penelitian. Temuan ini juga sesuai dengan teori Pirce−Smith (2009) bahwa virus memberikan dampak pada masyarakat, instansi bahkan negara. Saran penelitian ini adalah perlunya membuat MOU pencegahan penyakit atau virus bersama dengan institusi terkait dengan mengabungkan undang-undang atau peraturan terkait virus sebagai dasar kuat dalam penanganan virus untuk mencegah dan menangani risiko masuknya virus bisa dilakukan secara proporsional pada berbagai tahap di institusi terkait, baik oleh KKP maupun oleh PT Angkasa Pura 2.

 Kata Kunci: Kesehatan, Keamanan Nasional, MERS CoV, SOP Identifikasi, SOP Pencegahan, Prakiraan Kasus MERS CoV

Pembimbing 1: Dr. dr. Budi Tri Susilo, M.Si – Dosen Universitas Indonesia.

Pembimbing 2: Mayjen TNI Purn. Dr. dr. Heridadi, M.Sc.

Penulis dapat dihubungi melalui email: ibnu.reza1990[a]gmail.com

Kesiapsiagaan Pangkalan Udara Adisutjipto Dalam Operasi Tanggap Darurat Di Yogyakarta

KESIAPSIAGAAN PANGKALAN UDARA ADISUTJIPTO DALAM OPERASI TANGGAP DARURAT DI YOGYAKARTA

Benny Sulaiman

Abstrak

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan terhadap bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, sampai dengan erupsi gunung api. Di DI Yogyakarta, Pangkalan Udara Adisutjipto merupakan salah satu komponen pendukung dalam penanganan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan Pangkalan Udara Adisutjipto dalam operasi tanggap darurat bencana di DI Yogyakarta. Terdapat empat komponen kesiapsiagaan yang dipakai sebagai indikator kesiapsiagaan Lanud Adisutjipto, yaitu perencanaan, koordinasi, sistem dan manajemen informasi serta mobilisasi sumber daya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan metode pengambilan data melalui wawancara dan data sekunder. Wawancara yang dilaksanakan dengan narasumber dari Mabesau, BNPB, Lanud Adisutjipto, BPBD Provinsi DI Yogyakarta, dan BPBD Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lanud Adisutjipto memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam rangka operasi tanggap darurat, karena telah aktif melaksanakan komponen kesiapsiagaan dengan baik. Dalam perencanaan secara internal maupun eksternal, dengan adanya Protap maupun rencana kontijensi. Koordinasi dan sistem manajemen informasi juga dilaksanakan dengan baik menggunakan sarana yang ada dan mengacu pada Protap yang berlaku. Yang terakhir, mobilisasi sumber daya baik peralatan maupun personil tetap dilaksanakan dalam hal penanggulangan bencana.

Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Lanud Adisutjipto, Operasi Tanggap Darurat.

Pembimbing 1: Kolonel Lek Dr. Arwin D. W. Sumari., ST., MT.

Pembimbing 2: Ir. Sugeng Triutomo., DESS.

Penulis dapat dihubungi melalui email: benny.sulaiman[at]yahoo.co.id

Pengaruh Media Massa Terhadap Kesadaran Bencana Pada Remaja Di Kota Payakumbuh

PENGARUH MEDIA MASSA TERHADAP KESADARAN BENCANA PADA REMAJA DI KOTA PAYAKUMBUH

Al Ikhlasniati

Abstrak

Media massa dalam manajemen bencana terutama di fase kesiapsiagaan berfungsi sebagai public educator yang memberikan informasi terkait bencana sehingga dapat meningkatkan kesadaran bencana pada masyarakat termasuk remaja. Beragam jenis media massa seperti: televisi, radio, koran/majalah, internet, dan media sosial juga berpengaruh terhadap perkembangan remaja. Akan tetapi pada remaja di Kota Payakumbuh terdapat kecenderungan tingkat kesadaran bencana yang belum berada dikategori tinggi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran bencana dan menganalisis pengaruh frekuensi akses jenis media massa dan durasi mengakses isi informasi bencana di media massa terhadap tingkat kesadaran bencana pada remaja di Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel two stage cluster sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 20% dari total populasi per cluster. Subjek penelitian adalah remaja pertengahan yang berusia 15-18 tahun yang berada di tingkat pendidikan sekolah menengah atas. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut didapat 4 sekolah SMA sebagai cluster pertama dengan total sampel 484 orang sebagai cluster kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesadaran bencana pada remaja di Kota Payakumbuh berada dikategori sedang, yaitu 74,83. Teknik analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa akses jenis media massa dan isi informasi bencana di media massa berpengaruh terhadap kesadaran bencana pada remaja secara simultan dan parsial. Akses jenis media massa berpengaruh positif sebesar 23,3% dan isi informasi bencana di media massa sebesar 23,9% terhadap tingkat kesadaran bencana pada remaja di Kota Payakumbuh.

Kata Kunci: Kesadaran Bencana, Pengaruh Media Massa, Informasi Bencana

Pembimbing 1: Dr. Sugimin Pranoto, M.Eng

Pembimbing 2: Mayor Sus Coky R. Bonavena, M.Si (Han)

Penulis dapat dihubungi melalui email: alikhlasniati[at]ymail.com

Lessons Learned Kerja Sama Sipil dan Militer Indonesia dalam Memberikan Bantuan Kemanusiaan Untuk Bencana Gempa Bumi Nepal 25 April 2015

LESSONS LEARNED KERJA SAMA SIPIL DAN MILITER INDONESIA DALAM MEMBERIKAN BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK BENCANA GEMPA BUMI NEPAL 25 APRIL 2015

Vira Dewi Ayuningrum

Abstrak

Tesis ini melihat tentang kerja sama sipil dan militer Indonesia dalam melaksanakan misi bantuan kemanusiaan untuk bencana gempa bumi Nepal yang terjadi pada 25 April 2015. Fokus penelitian kerja sama ini adalah proses koordinasi dan kerja sama sipil dan militer Indonesia, serta tantangan yang dihadapi sipil dan militer dalam melakukan koordinasi dan kerja sama tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pembelajaran berdasarkan pada pengalaman bantuan kemanusian Nepal agar kegiatan pemberian bantuan kemanusiaan atas nama bangsa Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik, efektif dan efisien. Ada 3 teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 1) hubungan sipil dan militer, 2) koordinasi sipil dan militer, dan 3) kerja sama sipil dan militer. Untuk mendukung analisis, maka peneliti juga menggunakan konsep bantuan kemanusiaan dan pembelajaran. Proses koordinasi dan kerja sama secara garis besar terbagi menjadi 3 hal bagian, yaitu: 1) unsur sipil-pemerintah BNPB mempunyai fungsi koordinasi selaku focal point dan juga penyandang dana kegiatan. Kemenlu berperan dalam hal perijinan dan hubungan luar negeri, 2) unsur sipil-NGO (HFI & UNDAC) berperan dalam hal koordinasi dengan pihak Nepal, penyediaan tim medis, dan membantu penyediaan obat-obatan, dan 3) unsur militer (TNI) sebagai satu-satunya aktor yang mempunyai ketrampilan dan kapasitas dalam mendirikan dan membongkar rumah sakit lapangan dan juga penyediaan tim medis. Tantangan yang dihadapi selama melakukan koordinasi dan kerja sama adalah kepemimpinan, proses perijinan administrasi dan dukungan dari setiap lembaga/kementerian, perubahan informasi yang dinamis, keterbatasan kemampuan bahasa inggris, pengalaman pertama bekerja sama antar unsur dan juga jenis bantuan yang diberikan, koordinasi FMT di tingkat internasional, proses koordinasi dan registrasi FMT, dan regulasi pemberian bantuan kemanusiaan ke luar negeri. Proses koordinasi, kerja sama dan tantangan yang dihadapi tim Indonesia pada akhirnya memberikan kesadaran bahwa Indonesia memerlukan regulasi atau SOP yang mengatur mekanisme pemberian bantuan kemanusiaan ke luar negeri.

Kata kunci : Kerja sama sipil dan militer, koordinasi, bantuan kemanusiaan, pembelajaran, Indonesia, Nepal, gempa bumi

Pembimbing 1: Brigjen TNI Dr. Arief Budiarto, DESS

Pembimbing 2: Edhita Duarte, MIS, MA

Penulis dapa dihubungi melalui email: dewivira.dv[at]gmail.com

Sinergitas Tentara Nasional Indonesia dan Sipil Dalam Penanganan Darurat Banjir Di Kabupaten Bandung

SINERGITAS TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN SIPIL DALAM PENANGANAN DARURAT BANJIR DI KABUPATEN BANDUNG

Doni Priambodo

Abstrak

Banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung merupakan kejadian yang berulang setiap tahunnya. Penanganan bencana secara sinergis saat darurat banjir oleh TNI dan Sipil di Kabupaten Bandung merupakan pokok dari penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa tingkat sinergitas TNI dan Sipil dalam penanganan darurat banjir di Kabupaten Bandung dan menganalisa hambatan sinergitas TNI dan Sipil dalam penanganan darurat banjir di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan kerjasama antara TNI dan Sipil dalam penanganan darurat bencana banjir masih belum sinergis. Kerjasama yang terbentuk antara TNI dan Sipil selama dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Bandung adalah kerjasama yang masih dalam bentuk kompromi dan belum berbentuk sinergis. Hal tersebut dapat diindikasikan di lapangan masih terdapat kegiatan kegiatan yang berjalan dengan tingkat komunikasi yang kurang maksimal, sosialisasi program pemerintah terhadap masyarakat dalam menghadapi banjir juga belum maksimal, peran dari masing-masing stakeholder dalam penanganan bencana banjir belum optimal, ada bagian yang menonjol perannya, namun ada juga bagian yang berperan kurang menonjol.   Terdapatnya hambatan dalam mewujudkan sinergitas kerjasama TNI dan Sipil dalam penanganan darurat bencana banjir ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah, faktor payung hukum, anggaran yang tersedia bagi TNI, sumber daya manusia pada  skill dan kemampuan perorangan kaitannya dengan penanganan bencana, rencana kontijensi dan prosedur tetap sebagai pedoman dalam kegiatan penanganan bencana banjir. Peneliti juga  mengusulkan agar Kodim melalui para Bintara pembina desa dapat dilibatkan dalam peran sebagai fasilitator untuk pengurangan risiko bencana berbasis komunitas dengan mempertimbangkan kemampuan pembinaan teritorial yang dimiliki.

 Kata kunci: Sinergitas, TNI dan Sipil, Darurat Banjir, Kabupaten Bandung

Pembimbing 1: Kolonel Laut Dr. Freddy Rumambi

Pembimbing 2: Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc – Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.

Penulis dapat dihubungi melalui email: donnysantoz92[at]gmail.com

Pengaruh Jaringan Sosial Dan Pendapatan Terhadap Kesiapsiagaan Rumah Tangga Menghadapi Bencana Banjir Rob Di Jakarta Utara

PENGARUH JARINGAN SOSIAL DAN PENDAPATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN RUMAH TANGGA MENGHADAPI BENCANA BANJIR ROB DI JAKARTA UTARA

Yenny Satriyani Pertiwi

Abstrak

Kotamadya Jakarta Utara adalah salah satu wilayah yang rawan akan banjir rob. Risiko akan ancaman yang disebabkan banjir rob semakin tinggi seiring dengan perubahan lingkungan wilayah pesisir. Populasi yang tinggi membuat jakarta Utara mengalami penurunan muka tanah yang signifikan yaitu 5-12 cm/tahun, sementara itu muka air laut mengalami kenaikan sebesar 0,5 cm/tahun. Hal itu berdampak pada kerentanan wilayah pesisir dalam menghadapi banjir rob kedepannya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara jaringan sosial dan pendapatan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana banjir rob. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 sampel di Jakarta Utara. Analisis Regresi Berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh jaringan sosial dan pendapatan terhadap kesiapsiagaan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana banjir rob di Jakarta Utara berada pada tingkat siap dengan indeks rata-rata 75,63. Jaringan sosial berpengaruh positif terhadap kesiapsiagaan rumah tangga sebesar 0,435. Sementara itu, pendapatan berpengaruh positif terhadap kesiapsiagaan rumah tangga sebesar 0,660. Kesiapsiagaan rumah tangga dipengaruhi secara signifikan oleh jaringan sosial dan pendapatan dengan arah yang positif sebesar 45,4%. Berdasarkan hal tersebut pendapatan adalah faktor yang lebih dominan dalam mempengaruhi kesiapsiagaan. Maka, diperlukan kerjasama dari pemerintah dan dunia usaha untuk mengembangkan kemitraan agar meningkatkan kapasitas ekonomi lokal.

Kata kunci: kesiapsiagaan, jaringan sosial, pendapatan, banjir rob

Pembimbing 1: Dr. Rudy Pramono
Pembimbing 2: Letkol Inf Frega F. W Inkiriwang, MIR, MMAS
Penulis dapa dihubungi melalui email: Iyen_ni@yahoo.com